BERITA BOLA INDONESIA - EVRA TIDAK DENDAM PADA SUAREZ

BERITA BOLA INDONESIA – EVRA TIDAK DENDAM PADA SUAREZ

Kejadian ini memang sudah lumayan lama terjadi, Namun kembali di beritakan. Dimana saat Luiz Suarez dan Juga Patrice Evra bertengkar di tengah lapangan pada tahun 2011 yang silam.

Legenda dari Manchester United Patrice Evra, mengakui memang dia sempat ingin memberikan pukulannya kepada Suarez saat itu. Karena sudah berlaku rasis kepada diriny, Akan tetapi dia menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak ada rasa benci atau pun dendam kepada suarez.

Evra dan juga Suarez memang memiliki Sejarah yang sangat buruk. Kedua pemain anyar ini pernah berselisih saat bermain di premier league.

Bek yang berkebangsaan prancis tersebut memang sempat terlibat adu mulut dengan Suarez di Anfield. Lalu evra menuduh suarez sudah mengucapkan kata rasis kepada dirinya.

Suarez yang saat itu juga sudah mengakui bahwa dia memang mengucapkan sebuah kata ‘negro’ namun tetapi dia menegaskan bahwa kata yang keluar dari mulutnya itu tidak digunakan dalam konteks rasis. SITUS TARUHAN BOLA

Otoritas sepak bola inggris lantas memberikan sanksi dan hukuman yang cukup berat kepada suarez. Dimana di tidak boleh bermain sebanyak delapan pertandingan dan juga plus denda uang sebesar 40 ribu poundsterling.

Lalu keduanya sempat kembali bertemu pada bulan februari tahun 2012 yang lalu, sebelum pertandingan di mulai, Suarez terlihat mengabaikan Uluran tangan dari Evra saat ingin bersalaman.

Evra lantas berbicara soal kasus tersebut. Dia mengakui memang pernah berselisih dengan Suarez, namun dia tidak pernah menyimpan rasa benci kepada siapapun.

SILAHKAN KUNJUNGI : TARUHAN BOLA TERPERCAYA - 1001LIGA
BERITA BOLA INDONESIA

” Saya juga tidak tahu apakah Suarez Adalah seorang yang rasis atau tidak, Saya tidak mengenal keluaganya, saya juga sama sekali tidak tahu latar belakangnya. Tetapi seperti yang kita tahu dunia kita penuh dengan rasisme, dan itu sangat berbahaya, dan di hari itu ada pelecehan kata rasis yang keluar dari mulutnya,” kata Evra.

” Sewaktu kita pergi ke persidangan, Saya berbicara apa adanya, dan mereka mendengarkan dengan cukup seksama. Saya tidak ingin mereka memberikan hukuman kepadanya. saya juga tidak mengenalnya terlalu dekat. Sampai¬† – sampai saya bisa mengatakan bahwa dia rasis, Namun tetapi dia memang menggunakan kata rasis saat itu.” imbuh evra.

” Saya sama sekali tidak memendam kebencian kepada dirinya, saya memang ingin memukulnya pada saat itu. Namun untuk membenci seseorang saya tidak akan bisa melakukannya.” klaim evra.